MURAL TARI TOPENG
Disisi lain tari topeng ini merupakan tarian yang
memiliki makna, filosofi, dan simbol. Didalamnya mengandung cerita atau kisah
tentang tema percintaan, kepemimpinan, serta kebijaksanaan. Selain menjadi
kesenian, tari topeng juga pernah di populerkan oleh Sunan Kalijaga dan Sunan
Gunung jati dalam menyebarkan agama islam menggunakan tarian ini sebagai media
dakwah.
Aksesoris yang digunakan dalam tarian ini biasanya
menggunakan kupluk (penutup kepala), anting-anting, sumpling (hiasan telinga),
baju kurung atau pakaian lengan pendek bewarna mencolok, sampur (kain panjang
di leher), mongkron (hiasan dada), sebilah keris, gelang tangan dan kaki, ikat
pinggang, dan mahkota. Para penari membawakan gambaran watak sesuai tokoh
karakter masing-masing. Ketegasan dan keluwesan setiap gerakan memiliki arti
sendiri. Setidaknya ada dua gerakan “Pamido Rumyang” dengan gerakan halus yang
mempresentasikan bahwa ia adalah seorang isteri, sedangkan “Patih Klana” dengan
kegagahan yang mempresentasikan bahwa ia merupakan seorang pria.
Pada dasarnya
cerita panji adalah sekumpulan cerita pada masa Hindu Budha di Jawa tentang
kisah asmara Panji Asmoro Bangun dengan Dewi Sekartaji yang berasal dari
Kadhiri dan berkembang di tanah Jawa. Selain itu Panji sendiri dapat
disimpulkan sebagai cerita rakyat yang berkembang dengan berbagai versi
mengikuti setiap zamannya. Cerita Panji berawal dari kisah Prabu Bramawijaya
kehilangan seorang puterinya yang telah kabur dari kediamannya. Karena sang
puteri kesal, ia tidak mau dijodohkan dengan pangeran yang tidak ia cintai.
Prabu menyuruh panji Asmorobangun untuk menyamar sebagai rakyat biasa untuk
menemukan putrinya Dewi Sekartaji.
Dengan berbagai cerita yang mengangkat tema Panji, akhirnya beraneka ragam kisah dapat ditampilkan dalam kesenian tari ini. Kisah yang mengangkat dari Jawa seperti ande-ande lumut, bawang merah bawang putih, timun mas, dan masih banyak legenda lainnya. Adapula Panji juga mengangkat kisah wayang Jawa seperti Ramayana dan mahabarata. Dan dapat juga mengangkat kisah tentang Raja-raja yang berkuasa di tanah Jawa.Dapat disimpulkan bahwa cerita Panji dibawakan dengan tari topeng. Topeng merupakan wujud dari banyak sifat. Maka tak heran jika banyak yang menimpulkan bahwa tari topeng ini membawa aura mitis. Jumlah Keseluruhan topeng Panji 9 yakni Panji Samba, Rumyang, Patih, Rahwana, Pentul, Samblep, Jinggananom,dan aki-aki. Hanya ada lima pokok dalam sembilan yaitu Panji, Samba, Rumyang, Patih, dan Kelana. Panji identik warna putih yang melambangkan kesucian. (Bendon/Eka)
Komentar
Posting Komentar